Saturday, 14 December 2019

Program Prioritas Nasional

KKBM

SUBAKRI SOSOK PMI PURNA SUKSES SERTA PENGGIAT KKBM JEMBER

-

00.11 25 November 2019 187

Jember, BNP2TKI (14/11) - - Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (P4TKI) Banyuwangi pada hari selasa (12/11/2019) mewawancarai seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) purna sukses yang merupakan seorang pengusaha dan penggerak koperasi yang anggotanya adalah para mantan PMI, juga sebagai Ketua Community Organizer Komunitas Keluarga Buruh Migran Indonesia (KKBM) Jember bahkan juga sebagai paralegal bagi PMI.

Subakri, seorang mantan PMI yang pernah bekerja selama lima tahun sejak tahun 1995 di Kuala Lumpur – Malaysia pada sektor Construction atau bangunan dan juga pernah bekerja di Hotel selama dua tahun kemudian pulang pada tahun 2000.

Bersama istri, kemudian membuka toko sembako untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar. Setelah berkembang selama beberapa tahun, saya sedikit demi sedikit menabung mengumpulkan uang untuk merintis koperasi PMI Purna pada tahun 2012 yang hingga saat ini angotanya sudah mencapai sekitar 200 orang dan alhamdulilah kami sekarang bisa membuka Kedai Seafood Cak Sukri dengan omset perbulannya sekitar 40 – 50 Juta, kenang Subakri.

Kegiatan yang sudah biasa saya lakukan dengan KKBM Jember yaitu menerima keluhan atau curhatan para PMI ketika ada masalah dan kalau memang perlu penanganan khusus saya laporkan ke BNP2TKI, kadang mendampingi pemulangan PMI bermasalah di sekitar Kecamatan Ambulu Jember, saya juga berusaha untuk selalu mengingatkan masyarakat supaya berangkat ke luar negeri sesuai prosedur selain itu juga melakukan pendampingan kepada kelompok-kelompok usaha para PMI Purna, ungkap Subakri.                                     

Selain itu, Subakri juga berharap kedepannya dari pihak terkait terutama BNP2TKI untuk lebih memperhatikan para peserta pemberdayaan. Jadi setelah kegiatan pemberdayaan selesai, kelompok usaha yang telah dibentuk harap tetap diperhatikan, jadi kelompok yang sudah jalan dilakukan evaluasi dan dibantu, kalau memang perlu dikasih modal usaha, alat produksi ataupun akses ke perizinan dan juga pemasaran.

Para PMI ini kan pahlawan Devisa, jadi perlu perhatian lebih dari pemerintah agar para PMI Purna yang serius ingin berwiraswasta dapat dibantu dan didukung, tutup Subakri. ** (Humas / P4TKI Banyuwangi / RIK)