Tuesday, 28 January 2020

Program Prioritas Nasional

Upgrading Skill CTKI

Seriulina: Kompetensi Syarat Mutlak PMI Memasuki Dunia Kerja

-

00.12 23 December 2019 341

SEMARANG, BNP2TKI (21/12) -- Dalam rangka menyiapkan Calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang kompeten dan berdaya saing tinggi di pasar kerja internasional, BNP2TKI bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI melalui Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) memberikan pendidikan Bahasa Korea kepada 500 orang pencari kerja yang berasal dari berbagai daerah yang ingin bekerja ke Korea Selatan di sektor manufaktur dengan skema G to G.

Penyelenggara Pendidikan ini adalah Lembaga Penelitian dan Pengabdian  Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nasional (Unas) Jakarta bersama Cyber Edu Inkor. Pelatihan dimulai pada hari ini yang diawali dengan acara pembukaan (tatap muka) secara serentak di 5 lokasi (Semarang, Yogyakarta, Bandung, Blitar, dan Banyuwangi) dan selanjutnya pembelajaran dilakukan dengan metode online selama 29 hari. Pembukaan di Semarang, Sabtu, (21/12/2019), dihadiri oleh BNP2TKI, Cyber Edu Inkor, BP3TKI Semarang, dan peserta sebanyak 75 orang yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah.

Mewakili Deputi Kerjasama Luar Negeri dan Promosi, Direktur Pemetaan dan Harmonisasi Kualitas Tenaga Kerja Luar Negeri I (PHTKLN I), Seriulina Tarigan, menyebutkan kompentesi merupakan syarat mutlak bagi pencari kerja bila berkeinginan bekerja ke luar negeri.

“Bekerja ke Korea Selatan harus lulus ujian EPS TOPIK dan skill test, oleh karena itu Anda harus membekali diri Anda terlebih dahulu agar nantinya bisa lulus. Pelatihan ini adalah salah satu cara untuk menguasai Bahasa Korea, terlebih-lebih dibiayai oleh Pemerintah, sehingga saudara tidak bayar (gratis),” ungkap Seriulina.

Seriulina juga mengatakan tahun 2019 BNP2TKI, dalam hal ini Direktorat PHTKLN I telah berhasil melaksanakan upgrading skill CPMI sebanyak 844 orang dengan anggaran K/L lain untuk tujuan penempatan ke Korea Selatan dan Malaysia.

Lebih lanjut Seriulina menyampaikan jumlah peserta pelatihan 500 orang tersebar di 20 lokasi dengan jumlah peserta 25 orang di masing-masih lokasi. Pelatihan dilaksanakan selama 29 hari dengan menghadirkan Tutor dari Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Indonesia, dan UNAS yang akan bertugas untuk guru atau pembimbing di setiap grup dengan cara online melalui smartphone. Para peserta juga diberikan paket kuota internet secara gratis.

Seriulina berharap dengan program pelatihan ini para pencari kerja dapat terbantu karena tidak perlu mengeluarkan biaya kursus, tidak perlu hadir di kelas, waktunya juga fleksibel, dan dapat terhindar dari bujuk rayu pihak yang ingin mencari keuntungan.

Keberhasilan program ini merupakan kerja sama dan kerja keras antara pihak penyelenggara yang menyiapkan kelancaran (sistem, aplikasi, dan modul-modul, serta tutor ) dan kedisiplinan para peserta.

“Target kelulusan peserta pelatihan dalam mengikuti ujian EPS TOPIK tahun depan 95%, untuk itu peserta diminta mengikuti dengan sebaik-baiknya dan manfaatkan dengan maksimal, agar mimpi Anda ingin bekerja ke Korea dapat menjadi nyata. Selamat dan semangat belajar,” pesan Seriulina mengakhiri sambutannya dalam acara pembukaan.

Hadir juga President Director Cyber Edu Inkor Korea Selatan, Jang Youn Cho,  yang membantu menyiapkan pendidikan berbasis teknologi cyber. Mr Cho juga telah membuka Universitas berbasis cyber, nanti adik-adik setelah di bekerja di Korea juga bisa kuliah di sana melalui Asia Cyber University yang akan mulai beroperasi bulan Maret 2020.

Sementara itu President Director Cyber Edu Inkor Korea Selatan, Jang Youn Cho menyebutkan untuk pertamakalinya perusahaannya yang memiliki pendidikan berbasis cyber dan program ini didukung oleh Kemendikbud dan bekerjasama BN2TKI. Sedangkan  tenaga pengajar dan materi akan disampaikan oleh orang-orang yang sangat profesional yang merupakan Dosen dari UGM.

Kemudian untuk materi pelatihan soal-soal Bahasa Korea dirancang oleh profesor-profesor Korea yang sangat paham bagaimana ujian Bahasa Korea tersebut, sehingga diharapkan para peserta mampu dan bisa bekerja ke Korea.*** (Humas/Agrit)