Tuesday, 16 July 2019

Berita

Berita Utama

Tenaga Kesehatan Indonesia dibutuhkan di Jepang

-

00.07 15 July 2019 4

Pemberian penjelasan mengenai peluang kerja tenaga kesehatan di luar Negeri oleh Kepala BP3TKI Padang, Dra. Lismia Elita, MM

BNP2TKI, Padang -  Setiap tahunnya Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) membuka peluang penempatan tenaga kesehatan khususnya untuk jabatan nurse dan carewoker ke Jepang. Kepala Balai Pelayanan Perlindungan dan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Padang , Dra. Lismia Elita, M.M menjelaskan mengenai skema bekerja ke luar negeri Goverment to Goverment (G to G) ini kepada ratusan perawat yang hari dalam acara Seminar Nasional dan Teleconfrence dengan perawat Indonesia yang diselanggarakan oleh LLDIKTI, pada tanggal 13 Juli 2019.

Orang Indonesia dibutuhkan oleh negara Jepang, karena menurut mereka orang Indonesia dekanal dengan keramahan dan keinginan untuk belajar dan menyesuaikan diri dengan kebiasan Jepang. Kebiasan bersih juga bisa diikuti oleh Orang Indonesia  menjadi nilai tambah oleh pemerintah di Jepang dibanding dengan negara-negara lainya “Orang Jepang itu sangat senang dengan orang Indonesia, dibandingkan dengan negara lainya, orang Indonesia itu dikenal dengan keramahanya. Hal ini sangat dibutuhkan oleh rumah sakit atau klinik dijepang, terutama sebagai Care Worker di panti jompo di Jepang”,  ujar Lismia.

BP3TKI Padang sangat mendorong agar lulusan tenaga kesehatan di Sumatera Barat mau mencoba peluang kerja yang tersedia di luar negeri. Berdasarkan data terakhir di Sumatera Barat peminat yang hendak bekerja ke Jepang masih snagat rendah hanya puluhan orang saja dalam setiap tahunnya.”  Penempatan G to G di Jepang adalah salah satu pekerjaan “favorit” bagi tenaga kesehatan di pulau Jawa. Mereka berbondong-bondong untuk bisa bekerja di negara Jepang ini, mengingat pengalaman dan gaji yang ditawarkan sangat menarik. Namun minat di  Provinsi Sumatera Barat ini sangat sedikit dengan adanya alasan mereka adalah tidak diperbolehkan oleh Orang Tua. Sebagain orang tua masih memiliki stigma negatif terhadap kerja di luar negeri. Ironisnya lagi, masih banyak orang tua yang memilih anaknya berpenghasilan sangat minim tapi dekat dengan keluarga.”, ungkap Lismia.

Dalam acara tersebut, Kepala BP3TKI Padang berharap dapat merubah paradigma dan pandangan calon perawat dan perawat yang merupakan peserta seminar agar berani dan mengambil peluang yang ada. Sikap berani untuk tetap setia pada kompetensi yang dimiliki dan mengabdikannya kepada orang sekitar sekiranya menjadi hal yang perlu diperjuangkan oleh lulusan keperawatan.

“Untuk itu adik-adik peserta, yang tidak diperbolehkan untuk bekerja ke luar negeri, ayo yakinkan orang tua untuk mengerti bahwa kita itu bekerja sebagai pekerja yang mempunyai skill atau keahlian, bukan sperti pembantu atau informal yang imagenya buruk karena berita di masa lampau, sangat disayangkan bila adik-adik kuliah habis berapa juta, ketika bekerja rela hanya mendapatkan seratus atau dua ratus ribu rupiah. Nanti ketika pulang kerja diari luar negeri, adik-adik akan mendapatkan nilai lebih, dan lebih di cari oleh rumah sakit di Indonesia karena adik-adik sudah berpengalaman bekerja di Luar Negeri”, ungkap Lismia.

              Dalam acara tersebut diadakan juga teleconference dengan perawat asal Sumatera Barat yang telah bekerja di  Jepang dan kerjaan Saudi Arabia (KSA). Mereka berbagi pengalaman mereka langsung kepada peserta yang hadir. Salah seorang lulusan STIKES Indoensia yang bernama, Putri pun  mengungkapkan kendalanya untuk meyakinkan orang tuanya agar mengizinkan bekerja ke Saudi Arabia. “Awalnya sempat tidak diizinkan orang tua. Namun, Putri bersikeras dan terus membujuk mama dan papa. Melihat niat dan keinginan keras anaknya, akhinrya orang tua putri mengizinkan.” Cerita Putri.

              Selain, dari BP3TKI Padang juga terdapat narasumber dari profesi perawat yang memberikan dorongan agar kompetensi lulusan Ners dapat bersaing di dunia internasional, salah satunya adalah Dr. Budhi Mulyadi, S. Kp, M. Kep, Ns, SP. Kep. Kom yang merupakan Ketua STIKES Indonesia dan juga salah satu pengurus dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sumatera Barat.          

Terlihat di akhir acara banyaknya peserta seminar yang tertarik bekerja di luar negeri, terilihat pada sesi tanya jawab , banyak peserta yang bertanya mengenai proses bekerja di luar negeri kepada BP3TKI.  Terutama untuk skema G toG ke Jepang dimana, peluangnya terbuka setiap tahun dan tidak membutuhkan prasyaratan yang sulit.  BP3TKI Padang pun siap untuk memberikan penjelasan mengenai peluang kerja luar negeri kepada pencari kerja yang berminat di kantornya di Jalan Rasuna Said No. 91, Kota Padang. (Humas/bp3tkipdg/rvksm, edit dba)