 |
| Data penempatan TKI ke Korea mulai tahun 2004-2010 berjumlah 24.693 orang TKI. Tahun 2004 berjumlah 367 TKI, 2005, 4.367 TKI, 2006, 1,214 TKI, 2007, 4.303 TKI, 2008, 11.885 TKI, 2009, 2,204 TKI dan 2010, 353 TKI. Dari jumlah itu pemberangkatan 24.693 orang itu, terdapat 20.046 orang pemberangkatan baru dan reentry 4.647 orang. Khusus tahun 2010, Haposan mencatat umumnya sektor-sektor pekerjaan yang dipilih calon TKI didominasi sektor manufacture 4.250 orang, konstruksi 709 orang, pertanian 939 orang, perikanan 919 orang, dan sektor jasa 427 orang. |
Jumhur: Indonesia Siap Kirim TKI Semi Skill dan Skill ke Korea
Jakarta, BNP2TKI (23/3) – Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Moh Jumhur Hidayat mengatakan, Indonesia siap menempatkan tenaga kerja Indonesia (TKI) semi skill dan skill untuk mempercepat peningkatan pertumbuhan ekonomi Korea paska pemulihan akibat krisis moneter yang melanda macam asia itu.
“Kami siap dan sanggup menempatkan TKI terampil bila dibutuhkan Korea,” ungkap Kepala BNP2TKI, Moh Jumhur Hidayat ketika memberi paparan pada pertemuan Joint Task Force Republic of Indonesia-The Republic of Korea (JTF RI-RoK) ke-2 di Seoul, Jum’at (26/3) lalu.
Jumhur menyebutkan, mekanisme penempatan TKI yang ditempatkan ke Korea selama ini menggunakan jalur penempatan government to government (G to G), dan lebih banyak penempatan TKI non-skill.
Kunjungan Kepala BNP2TKI ke Korea itu didampingi Direktrur Penempatan Pelayanan Pemerintah, Haposan Saragih dan kementrian terkait lainnya. Kunjungan ini dlakukan dalam rangka mendampingi Menko Perekonomian Hatta Rajasa dalam pertemuan KTF RI-ROK.
Menurut Jumhur, TKI di Korea telah terbukti membantu negara Korea dalam mempercepat pemulihan ekonomi. Dunia mengetahui jika Korea dikenal sebagai negara tercepat dalam pemulihan krisis ekonomi global.
“Jadi, jika pemerintah Korea Selatan membutuhkan lagi TKI terampil, kami siap menempatkannya berapapun diminta,” papar mantan aktivis ITB yang menggemari batik ini.
Menjawab permintaan Kepala BNP2TKI, Direktur Jenderal Perdagangan dan Industri Korea Park Chung-won mengatakan pihaknya akan menyampaikan permintaan Kepala BNP2TKI pada pertemuan amandemen penempatan TKI G to G yang akan diselenggarakan di Korea pada tanggal 9 September 2010 ini.
"Amandemen penempatan TKI ini dolakukan tiap 2 tahun sekali sesuai dengan kontrak 2 tahun dalam skema Employment Permint System (EPS) yang akan habis bulan September mendatang," jelas Kepala BNP2TKI.
Sementara itu, Direktrur Penempatan Pelayanan Pemerintah BNP2TKI, Haposan menambahkan permintaan Kepala BNP2TKI dilakukan guna mengantisipasi adanya permintaan Korea akan penempatan tenaga kerja asing (TKA) di luar mekanise G to G.
“Kalau permintaan TKA non G to G ini dibuka, kita berharap porsi kuota TKI trampil kita akan lebih banyak dari negara pesaing lain seperti Filipinda dan Vietnam,” papar Haposan.
Data penempatan TKI ke Korea mulai tahun 2004-2010 berjumlah 24.693 orang TKI. Tahun 2004 berjumlah 367 TKI, 2005, 4.367 TKI, 2006, 1,214 TKI, 2007, 4.303 TKI, 2008, 11.885 TKI, 2009, 2,204 TKI dan 2010, 353 TKI. Dari jumlah itu pemberangkatan 24.693 orang itu, terdapat 20.046 orang pemberangkatan baru dan reentry 4.647 orang.
Khusus tahun 2010, Haposan mencatat umumnya sektor-sektor pekerjaan yang dipilih calon TKI didominasi sektor manufacture 4.250 orang, konstruksi 709 orang, pertanian 939 orang, perikanan 919 orang, dan sektor jasa 427 orang. (zul) |