 |
| Melalui lokakarya ini, Direktur Kerjasama Luar Negeri Kawasan Asia Pasifik dan Amerika Anjar Prihantoro mengharapkan para pekerja trampil Indonesia bisa memenuhi peluang kerja di Malaysia. Selain itu, tuntutan kwalifikasi akan membantu para pekerja Indonesia secara umum dalam meningkatkan kwalitas dan kemampuan di bidangnya masing-masing. “Kami yakin, TKI kita mampu bersaing dengan TKA lain di Malaysia,” tambahnya.
|
BNP2TKI Targetkan Ribuan Kesempatan Kerja di Bali
Jakarta, BNP2TKI (22/3) - Pesatnya perkembangan proyek pembangunan di pelbagai bidang di Malaysia, khususnya bidang konstruksi di Semenanjung yang terletak di kota Johorbaru dan sekitarnya, diperkirakan akan memberikan pengaruh pada kebutuhan ribuan tenaga kerja asing (TKA). Mengantisipasi permintaan itu, BNP2TKI mengadakan Business Meeting Peluang Kerja Sektor Formal Malaysia di Bali, 6 - 9 April 2010.
“Target Business Meeting ini ada job order untuk permintaan ribuan TKI,” ungkap Direktur Kerjasama Luar Negeri Kawasan Asia Pasifik dan Amerika, Anjar Prihantoro, di ruang kerjanya di BNP2TKI, Selasa (22/3).
Business Meeting yang akan diselenggarakan di Hotel Jayakarta, Bali ini diikuti oleh 100 orang peserta, terdiri dari pejabat BNP2TKI, KBRI Kuala Lumpur, Konjen dan Konsulat RI di seluruh Malaysia, Kementrian Hal Ikhwal dan Kementrian Sumber Daya, Agensi Perekrut Tenaga Kerja Asing di Malaysia, Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS) serta instansi terkait lainnya. "Termasuk ajakan seluruh users (pengguna)di Malaysia yang bergerak di sektor konstruksi, manufacture, perkebunan dan sector formal lainnya," kata Anjar.
Menurut Anjar prediksi ribuan permintaan TKI itu didasarkan pada jumlah pengguna yang diundang. Jika satu user membutuhkan 200-500 TKA, maka dari 40 users diasumsikan total kebutuhan TKA sekitar 20.000 orang."Inilah peluang bagi kita mengirim TKI skill," katanya.
Anjar mencatat pertumbuhan ekonomi di Malaysia yang tinggi saat ini tidak diimbangi oleh peningkatan dalam penyediaan tenaga kerja. Kondisi demografi Malaysia lebih mudah mendatangkan TKA dari Indonesia dibandingkan dari negara lain. Peluang TKI kita terbuka sangat lebar.
“Malaysia mengalami kekurangan tenaga kerja,” tukas Anjar
Terkait kebutuhan TKA itu, Anjar mengungkapkan para users yang diundang dalam Business Meeting di Bali lsudah membawa job order (permintaan TKI) yang sudah diketahui oleh perwakilan luar negeri Indonesia di Malaysia.
Melalui Business Meeting ini dia mengharapkan mendapatkan informasi tentang persyaratan dalam menerima TKA di Malaysia, dan juga untuk mempertemukan pengguna (users) dengan PPTKIS, serta mendapatkan permintaan tenaga kerja (job order) yang diperlukan dalam proses penempatan tenaga kerja di negeri Jiran.
Mengenai kontrak kerja bagi TKI, Anjar mengatakan minimum 1 (satu) tahun hingga 2 (tahun). Adapun soal jenis kelamin yang diminta apakan TKI laki-laki atau perempuan, itu bergantung permintaan pengguna di Malaysia.
“Manufacture umumnya membutuhkan wanita sedangkan perkebunan kaum pria,” tutur Anjar.
Melalui lokakarya ini, Direktur Kerjasama Luar Negeri Kawasan Asia Pasifik dan Amerika mengharapkan para pekerja trampil Indonesia bisa memenuhi peluang kerja di Malaysia. Selain itu, tuntutan kwalifikasi akan membantu para pekerja Indonesia secara umum dalam meningkatkan kwalitas dan kemampuan di bidangnya masing-masing.
“Kami yakin, TKI kita mampu bersaing dengan TKA lain di Malaysia,” ucap Anjar serius. (zul). |