|
Ati, Mantan TKI Arab Saudi Menagih Sisa Gajinya
Jakarta, BNP2TKI (09/02) - Meski sudah 6 bulan kembali ke Indonesia usai 3 tahun bekerja di Arab Saudi (2006-2009), Ati Rohayati (20) tetap menginginkan sisa gajinya yang belum dibayar majikannya harus ia dapatkan.
“Gaji saya yang belum dibayar oleh majikan Muhammad Sumhur sebesar 10.100 real,” ungkap Ati saat mengadu ke kantor BNP2TKI, Selasa (9/2).
Menurut Ati selama ia bekerja 3 tahun, ia hanya mendapatkan gaji selama 2 tahun enam bulan. Itupun tidak ia terima per bulan sesuai dengan janji melainkan sekaligus sebesar 14.400 real. Anehnya, uang yang dia terima itu ternyata masih dipinjam oleh majikannya sebesar 3.500 real dan dipotong uang makan selama bekerja di rumah majikan di Al Qashim, Riyadh, sebesar 4.000 real.
Gadis yang tinggal di desa Buni Kasih Rt 17/2 Warung Kondang, Cianjur, Jawa Barat ini menuturkan bahwa gaji yang dia terima per bulannya sebesar 600 real. Tetapi pihak majikannya pernah berjanji bahwa di tahun ketiga gajinya akan dinajikkan menjadi 700 real.
“Makanya, dengan hutang majikan saya dan hitungan kenaikan gaji selama 1 tahun uang yang belum dibayar kepada saya sebesar 10.100 real,” ucap Ati yang sudah 2 kali bekerja di Arab Saudi dengan majikan yang berbeda.
Dari total gaji 10.100 real itu, Ati mengirimkan 6.000 real kepada orangtuanya di Cianjur. Selanjutnya, ibunya memberikan uang sponsor kepada H. Solahudin sebesar Rp 6 juta sesuai dengan janji sebelum Ati berangkat ke Arab Saudi.
Kepada kuasa hukumnya, Eddy Yusuf, Ati yang dikirim oleh PT Binhasan Maju Sejahtera di Jl. Asem Baris, Tebet, Jakarta Selatan ini berharap sisa gajinya bisa diurus dan cepat ia dapatkan.
“Kami akan menganilsa kasus Ati ini sembari menunggu kelengkapan dokumen dari Ati seperti Perjanjian Kerja dan dokumen pendukung lainnya,” kata Eddi kepada BNP2TKI.go.id.
Eddy menambahkan banyak kejanggalan yang dia temukan dari kasus Ati ini, Yang paling mencolok dia diberangkatkan ketika masih di bawah umur.
“Ini jelas traffiking dan terjadi pemalsuan dokumen dalam pembuatan paspor,” kata Eddy seraya mengungkapan ketika diberangkatan Ati tidak dibekali dengan ketrampilan yang cukup. (zul). |