Cetak halaman ini
Kamis, 26 November 2009
Akhmad Murdani bekeja di perusahaan Asia Happy Industry di Kota Cangwon, Giyongnam, Korea Selatan, sebuah pabrik yang memproduksi asesoris mesin kapal pesiar. Perusahaan tersebut merupakan perusahaan patungan Korea dengan Jerman. Gaji yang dia terima lumayan besar, gaji pokoknya sekitar Rp 7 juta rupiah di luar lembur. Gaji lembur adalah 150-200 persen dari gaji pokok per jam- nya. Tiap hari ia dapat lembur 1 – 4 jam.
Akhmad Murdani bekeja di perusahaan Asia Happy Industry di Kota Cangwon, Giyongnam, Korea Selatan, sebuah pabrik yang memproduksi asesoris mesin kapal pesiar. Perusahaan tersebut merupakan perusahaan patungan Korea dengan Jerman. Gaji yang dia terima lumayan besar, gaji pokoknya sekitar Rp 7 juta rupiah di luar lembur. Gaji lembur adalah 150-200 persen dari gaji pokok per jam- nya. Tiap hari ia dapat lembur 1 – 4 jam.
Akhmad Murdani: Berkah Korea Menghajikan Orang Tua

Blora, Jateng (21/11) - Akhmad Murdani, mantan TKI Korea memberikan pesan kepada anak muda agar tidak takut merantau ke luar negeri, “Mari kita mencari rezeki di mana saja, bahkan sampai ke luar negeri”, katanya dari atas panggung acara Komunikasi, Sosialisasi dan Informasi Penempatan dan Perlindungan TKI”, di alun-alun Kabupaten Blora, Jateng, Sabtu (21/11) malam.

Murdani bersama istrinya, Sayekti Mumpuni, didaulat menjadi salah satu contoh TKI sukses pada sesion tanya jawab dengan penonton, pada acara yang menghadirkan pagelaran seni tradisional Campursari dengan tokoh utamanya Didi Kempot.

Akhmad Murdani memang pantas menyampaikan pesan kepada generasi muda agar tidak takut merantau ke luar negeri, karena ia sendiri sudah membuktikan keampuhan pesan tersebut. Berkat kerja di Korea selama tiga tahun, Ahmad Murdani telah mampu membiayai perjalanan haji kepada Bapaknya, menambah biaya haji ibunya, serta menambah biaya sekolah adiknya, dan membuka usaha.

Bukan hanya itu, Sang Istri yang jugaTKI di Korea dinilai Akhmad Murdani sebagai berkah dari hasil kerjanya di Korea. “Saya bertemu dengan istri saya waktu kerja di sana”, katanya.

Lelaki kelahiran Lombok Tengah, 4 Mei 1973 ini , melanjutkan pendidikan hingga SMU di Mataram. Setelah itu, ia memutuskan untuk mencari kerja agar dapat mandiri. Setelah mencari-cari informasi soal lowongan kerja, Murdani berangkat ke Korea tahun 2004 melalui PT Avida Avia Duta bersama 27 orang lainnya satu angkatan. Dari 27 orang tersebut, hanya dia dan satu orang teman lainnya yang bekerja di pabrik yang sama, 25 orang lainnya bekerja di berbagai perusahaan di Korea Selatan.

Akhmad Murdani bekeja di perusahaan Asia Happy Industry di Kota Cangwon, Giyongnam, Korea Selatan, sebuah pabrik yang memproduksi asesoris mesin kapal pesiar. Perusahaan tersebut merupakan perusahaan patungan Korea dengan Jerman. Gaji yang dia terima lumayan besar, gaji pokoknya sekitar Rp 7 juta rupiah di luar lembur. Gaji lembur adalah 150-200 persen dari gaji pokok per jam- nya. Tiap hari ia dapat lembur 1 – 4 jam.

Banyak kesan yang diperoleh Akhmad Murdani dari bekerja di Korea. Salah satunya adalah tentang disiplin kerja. Orang Korea, menurut Murdani, rata rata memiliki disiplin kerja yang sangat tinggi. Itulah sebabnya ia kadang heran dengan orang-orang seumurnya di tanah air yang hanya bisa nongkrong di warung-warung. “Saya tidak habis pikir kalau lihat anak anak muda nongkrong dan males malesan,”katanya.

Setelah masa kontrak kerjanya berakhir, Akhmad Murdani menggunakan tabungan yang diperolehnya saat di Korea untuk berusaha di Indonesia. Kini ia memiliki usaha penyewaan alat-alat pesta hasil patungan modal bersama istrinya. Ia juga mempekerjakan 4 orang untuk menjalankan usahanya. Selain itu, Akhmad Murdani juga menanamkan modal pada usaha distribusi pupuk di kampung halamannya di Lombok.

Murdani yang sekarang tinggal di Jalan Kartini, Blora bersama istri masih merasa belum puas dengan hasil yang sudah diperolehnya. Ia masih ingin berkelana ke luar negeri, setidaknya ke Korea atau negara-negara lain.

“Setiap pergi mengantar barang-barang, saya selalu membawa buku pelajaran bahasa Korea di dalam mobil. Bagaimanapun saya masih ingin ke Korea lagi” tegasnya.

Murdani juga mengaku, selain Korea, ia juga ingin bekerja ke Australia. Apakah modal yang sekarang masih belum cukup? “Saya ingin menambah modal dan menciptakan lapangan kerja untuk para pemuda, khususnya di kampong,” katanya. (Tha)

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
   Berita Sebelumnya
RSS BNP2TKI Add to Google Reader or Homepage RSS BNP2TKI Bookmark and Share Digg! Bagikan
©2008 BNP2TKI - foto: affandi, heri, joko, webdesign ayahyaweb