|
BP3TKI Bandung Fokus TKI Formal
Bandung, BNP2TKI (04/02) - Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Bandung akan memfokuskan peningkatkan penempatan TKI ke luar negeri. Namun kualifikasi TKI yang akan dikirim adalah TKI yang mempunyai keahlian, di antaranya perawat, ahli konstruksi, minyak, pemetik buah hingga ahli telekomunikasi.
“Pengiriman TKI formal selain bagus gajinya juga baik perlindungannya,” ungkap Kepala BP3TKI Bandung, Drs. Hasan saat ditemui di Bandung, pekan lalu.
Hasan mengungkapkan prioritas penempatan TKI sektor formal dimaksudkan agar kesejahteraan dan keselamatan tenaga kerja yang bersangkutan lebih terjamin. Sebaliknya, pemerintah secara bertahap akan mengurangi penempatan TKI sektor rumah tangga karena rentan dengan perlindungan hukum.
"Kami tetap berupaya mengirim TKI sektor formal karena selama ini belum ada komplain dari pihak perusahaan," ujar Hasan.
Bagi Calon TKI yang mau kerja ke Jepang, kata Kepala BP3TKI Bandung, pihaknya telah menyediakan informasi lowongan kerja sektor kesehatan ke Jepang secara online, yaitu melalui mekanisme pengiriman antara negara (Government to Government atau G to G). .
Kepala BP3TKI Bandung yang baru dilantik ini menambahkan, pihaknya sudah menjalin kerjasama dengan dua (2) Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS), PT Tienwaru Indah Abadi dan PT Fioken terkait permintaan akan TKI formal ke Selaindia Baru, Taiwan, Malaysia dan Aljazair.
“Calon TKI yang dibutuhkan dengan kualifikasi konstruksi, perawat orang tua, pemetik buah,” tutur Hasan.
Peningkatan Kualitas
Ke depan, kata Hasan, pihaknya juga akan mengadakan kerjasama dengan pelbagai pihak terkait peningkatan pelatihan secara berkala untuk membekali calon TKI agar memiliki pendidikan dan pengetahuan cukup, utamanya lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Selama ini banyak lulusan SMK kurang menyerap ilmu yang dibutuhkan untuk memasuki dunia kerja,” ucap Hasan
Dia menambahkan. langkah-langkah peningkatan kualitas calon TKI itu dilakukan sejak awal proses perekrutan, dengan memperketat proses seleksi kesehatan, proses dokumentasi dalam pembuatan paspor hingga pemilihan jenis pekerjaan dan lapangan pekerjaan yang dituju TKI
“Prinsipnya kita tidak ingin ada TKI skill yang dipulangkan hanya karena persoalan sepele, misalnya kondisi TKI yang tidak sehat meski yang bersangkutan sudah memiliki sertifikat sehat,” kata Hasan.
Ia juga mengungkapkan, BP3TKI Bandung dalam waktu dekat ini akan membangun Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan (P4TKI) di daerah Bekasi, agar BP3TKI Bandung tetap bisa melakukan fungsi dan tugasnya dalam pelayanan dan penempatan tenaga kerja Indonesia. (zul, Afandi) |