 |
| Terkait masalah penukaran uang, Sestama BNP2TKI Edi Sudibyo tidak setuju gagasan pemindahan kios penukaran uang di area belakang. Menurutnya, desain money changer memang sudah dibuat untuk memberi kemudahan pelayanan TKI yang memerlukan penukaran uang rupiah. "Kalau tempat dirubah, TKI nanti terpaksa membeli tiket pulang dengan mata uang asing. Ini justru akan menimbulkan masalah dan keruwetan baru," lanjutnya. |
Sestama Minta Kepala SPK Bertindak Tegas
Jakarta, BNP2TKI(25/11) - Gedung Pendataan Kepulangan TKI (GPK TKI) Selapajang merupakan halaman depan Badan Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI). Baik tidaknya BNP2TKI bisa dilihat dari halaman depannya.
“Perbaikan sistem pelayanan di GPK TKI harus didukung dengan ketegasan Kepala Satuan Pelayanan Kepulangan (SPK),” ungkap Sekretaris Utama (Sestama) BNP2TKI Edi Sudibyo, SH, di ruang kerjanya, Rabu (25/11).
Menurut Sestama, ketegasan untuk menegakkan aturan merupakan kunci pelayanan di gedung Selapajang. Sebaik apapun system yang dikembangkan termasuk adanya aplikasi camera tersembunyi (CCTV), kalau tidak ada ketegasan pengelolanya tidak akan berarti.
Diakui, Sestama, soal kepulangan TKI memang selalu menjadi sorotan publik. Pada prinsipnya, BNP2TKI terbuka dengan gagasan perbaikan pelayanan yang datang dari pihak manapun.
Soal kepulangan ini idealnya memang pemerintah memberikan pilihan apakah mau menggunakan armada BNP2TKI atau melalui jalur sendiri. "Sebenarnya kalau SDM TKI-nya cerdas, dan terdidik, mereka bisa memilih pulang dengan
jalur bebas," katanya.
Tetapi, soal pilihan bebas TKI pulang ini menurutnya masih baru wacana. Masalah ini harus dilakukan melalui koordinasi dengan instansi terkait, mulai dari Angkasa Pura, Kepolisiaan, dan BNP2TKI.
Namun, terlepas dari pilihan itu, menurut Sestama BNP2TKI, TKI tetap harus didata kepulangannya karena ini penting bagi negara mengetahui Sumber Daya Manusia (SDM) TKI ke depan.
“Pendataan itu, tidak harus di GPK TKI. Di Terminal 2 pun bisa, tinggal siapkan card reader,” tutur Edi.
Edi menjelaskan, terlepas dari kritikan, keberadaan GPK TKI jelas lebih baik dibanding saat penanganan kepulangan TKI dilakukan di Terminal 3.
"Memang pelayanan kami belum sempurna. Tetapi semua pelayanan, dari mulai TKI bermasalah, penukarana uang, penginapan, kesehatan hingga TKI pulang ada di GPK TKI, dan dilakukan secara transparan,"paparnya.
Terkait masalah penukaran uang, Sestama tidak setuju gagasan pemindahan kios penukaran uang di area belakang. Menurutnya, desain money changer memang sudah dibuat untuk memberi kemudahan pelayanan TKI yang memerlukan penukaran uang rupiah.
"Kalau tempat dirubah, TKI nanti terpaksa membeli tiket pulang dengan mata uang asing. Ini justru akan menimbulkan masalah dan keruwetan baru,"ujarnya. (zul). |