|
Minim, Informasi Kerja yang Benar di Kuningan
Jakarta, BNP2TKI (9/2) - Minimnya informasi tentang prosedur pengurusan kerja ke luar negeri merupakan salah satu sebab utama maraknya peran calo di Kabupaten Kuningan. Dari total jumlah penduduk 1.111.760 orang, terdapat angkatan kerja sebanyak 522.760 orang, dan jumlah pencari kerja 30.362 orang.
“Kabupaten Kuningan menghadapi kesempatan kerja terbatas, kompetensi tidak sesuai kebutuhan,, keterbatasan akses, kualitas tenaga kerja rendah,” ungkap Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Kuningan, Drs. Dian R. Yanuar M.Si ketika ditemui BNP2TKI.go.id di Kuningan, Rabu pekan lalu.
Dian menyebutkan, salah satu upaya pemerintah daerah mengatasi masalah minimnya informasi kerja ke luar negeri adalah dengan mengumpukan 30 camat dan 262 Kepala desa di Kuningan. Diharapkan melalui pertemuan ini, mereka mampu mengoptimalkan perannya dalam mengikis ruang gerak para calo atau sponsor.
“Para kepala desa merupakan garda terdepan seleksi Calon TKI (CTKI) berkualitas,” tutur Dian .
Ia mengharapkan para Kepala Desa agar mewaspadai setiap petugas lapangan dari perusahaan pengerah tenaga kerja, dengan meneliti kelengkapan dokumennya, seperti surat tugas dari PT, Job Order, SIUP, dan Rekomendasi dari Dinas Sosial Tenaga Kerja (Disosnakertrans).
“Segera lakukan Koordinasi dengan Disosnaker, jika kepala desa menemui masalah berkaitan dengan rekruitmen CTKI,” kata Dian.
Diakui Dian, pembangunan ketenagakerjaan di Kabupaten Kuningan sejauh ini belum sebanding dengan perkembangan masalah ketenagakerjaan. Hingga saat ini, total warga Kuningan yang bekerja ke luar negeri baru mencapai 4.800 orang.
Dari total 4.800 warga Kuningan yang bekerja ke luar negeri itu, sebagian di antara mereka menghadapi masalah umum seperti penganiayaan serta kekerasan majikan, masalah gaji, pemutusan hubungan kerja (PHK), perkosaan, pelecehan seksual, pemindahpaksaan majikan, penyimpangan kerja, dan calon TKI legal tapi tidak diproses di Kabupaten Kuningan,
Ke depan, kata Dian, pihaknya akan terus mengupayakan peningkatan penempatan TKI baik formal maupun informal ke pelbagai negara., Upaya ini dilakukan guna menjawab tantangan pengentasan keluarga miskin sebanyak 43.407 KK atau sekitar 217.035 orang.
“Bulan Maret ini kami akan mengadakan bursa kerja (job fair) untuk menjawab tantangan masalah ketenagakerjaan baik di dalam maupun di luar negeri,” pungkas Kadissosnakertras Kuningan itu. (zul). |