|
Jumhur Tak Jamin Keamanan TKI Pulang dari Terminal 2
Tangerang, BNP2TKI (20/1) - Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh. Jumhur Hidayat mengungkapkan, pihaknya tidak bisa menjamin jika TKI yang baru tiba di Bandara Soekarno-Hatta dipulangkan langsung dari Terminal 2.
“Kami tidak menjamin itu. Banyak mafia di Terminal 2 dan berakibat sangat merugikan TKI,” ujar Jumhur dalam jumpa pers usai serah terima 340 TKI bermasalah dari Menteri Luar Negeri, DR. R.M. Marty M Natalegawa, di Bandara Soekanro Hatta Jakarta, Rabu (20/1) malam.
Dalam serah terima itu, Menlu menitipkan ke-340 TKI bermasalah untuk diantarkan oleh BNP2TKI ke rumah masing-masing.
Menurut Jumhur, Gedung Pendataan Kepulangan (GPK) justru dibangun karena tidak adanya jaminan keselamatan TKI pulang langsung melalui Terminal 2 (T 2). Dia menyebutkan, masih banyak TKI yang mengalami masalah pulang dari T 2 mulai dari diperkosa di jalanan, diperas hingga korban ada yang dibunuh.
Karena itu, kata Jumhur, melalui GPK TKI di Selapajang TKI diantar sampai ke rumah mereka masing-masing dengan aman, nyaman, tenang, murah dan selamat. Di GPK TKI ada banyak fasilitas mulai dari layanan dokter dan klinik psikologis, advokasi hukum oleh pengacara terkait, penginapan gratis sementara bagi TKI, penukaran uang, dan fasilitas lainnya yang memudahkan kepulangan TKI.
“Bagi yang bermasalah dengan kesehatan kami menunda dulu pemulangannya. Kalaupun TKI perlu pemeriksaan lanjutan kami akan membawanya ke Rumah Sakit Polri di Jakarta Timur. TKI pulang harus dalam keadaan sehat,” tutur Jumhur.
Mantan aktivis ITB ini menambahkan setelah pendataan TKI, pihaknya bisa memulangkan TKI dalam tempo 1-2 jam ke rumah masing-masing,” tutur Jumhur seraya menambahkan TKI bisa memilih bebas apakah melalui jalur darat, laut ataupun udara.
Terkait pemulangan Ke-340 TKI bermasalah, Kepala BNP2TKI meminta Direktur Advokasi dan Perlindungan TKI Kawasan Timur Tengah, Saiful Idhom untuk mengawal proses pemulangan TKI di GPK Selapajang.
“Pak Saiful tolong pantau kepulangan TKI, ya,” pinta Jumhur. (zul) |