BNP2TKI Umumkan Hasil Tes Korea, 22 Mei 2009
Jakarta, BNP2TKI (18/5) Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) akan mengumumkan peserta yang lulus seleksi menjadi Calon Tenaga Kerja Indonesia (CTKI) ke Korea Selatan (Korsel) pada 22 Mei 2009. Tenaga Kerja Indonesia (TKI) formal yang lulus seleksi akan ditempatkan di empat sector, yaitu manufacturing, constructions, services, agriculture & livestock, dan perikanan.
Dr. Ir. Hapaosan Saragih, M. Agr, Direktur KLN Kawasan Aspak dan Amerika BNP2TKI menyebutkan, hasil ujian untuk TKI ke Korea Selatan itu bisa diakses melalui website BNP2TKI.go.id atau melihat langsung pengumumannya di kantor BNP2TKI.
“Peserta bisa datang langsung ke kantor BNP2TKI untuk melihat pengumumannya atau melihat di media massa yang kita pasang,” ujar Hapaosan.
Untuk peserta yang lulus ujian, menurut Hapaosan, Korsel telah menyediakan empat sektor lapangan kerja yang siap menampung mereka, yaitu di sector pabrikan (manufacturing), bangunan (constructions), jasa (services), pertanian (agriculture), dan perikanan (fisher).
“Dari empat sektor lapangan kerja ini, manufacturing menempati posisi pertama yang paling diminati TKI formal. Jumlah peminatnya mencapai ribuan orang. Para TKI yang lulus seleksi, akan dikontrak selama dua tahun oleh Korea hingga akhir 2010, ” kata Direktur Kasanan Asia Pasifik dan Amerika BNP2TKI itu.
Diakui Hapaosan, Calon TKI formal yang mengikuti ujian saringan masuk ke Korsel berjumlah 41.996 orang. Jumlah ini merupakan peningkatan lima kali lipat disbanding tahun-tahun sebelumnya.
“Meski kondisi ekonomi dunia sedang terkena krisis keuangan global, ternyata tidak menurunkan minat Calon TKI untuk mencari nafkah di Korea. Jumlah peserta test ujian bahasa Korea sungguh luar bisa, sangat banyak hingga melebihi kuota yang dinginkan Korea,” kata Hapaosan.
Sebagaimana diinformasikan BNP2TKI telah menyelenggarakan ujian untuk TKI formal ke Korea dengan sukses. Ujian tersebut telah dilaksanan di enam kota besar dengan jumlah peserta yang sangat banyak. Di Jakarta saja misalnya, jumlah peserta mencapai 9.618 orang, Cirebon 8.176 orang.
“Solo menempati jumlah peserta yang terbanyak, peminatnya mencapai 14.321 orang. Sedangkan peserta dari Surabaya sebanyak 6.806 orang, Mataram 2.027 orang, dan peserta dari Makasar berjumlah 1.048 orang,” jelas Hapaosan.
Percaya TKI
Direktur Kawasan Asia Pasifik dan Amerika BNP2TKI, Hapaosan Saragih mengungkapkan, Korsel memberikan kuota untuk TKI formal sebanyak 5.300 orang. Permintaan TKI formal ini meleibihi jumlah yang diberikan Korea untuk negara-negara lainnya. Tidak hannya Indonesia, Korea juga bekerja sama dengan beberapa negara di kawasan Asia lainnya.
“Korea mengadakan kerjasama dengan 15 negera termasuk dengan Indonesia, Vietnam, Filipina, Thailand, Sri Lanka, Mongolia, Uzbekistan, Kamboja, Kyrgyzstan, Cina, Nepal, Pakistan, Bangladesh, Myanmar dan Timur Leste,” kata Hapaosan.
Setiap tahunnya, pemerintah Korea selalu ingin mengadakan kerja sama pengiriman TKI formal dengan Indonesia. Menurut Hapaosan, permintaan pemerintah Korea terjalin karena kerjasama dan hubungan baik dengan Indonesia.
“Pemerintah Korea menilai pekerja asal Indonesia bisa dipercaya dan selalu bekerja dengan baik. Karena itu setiap tahunnya Korea selalu meminta tenaga kerja dari Indonesia,” katanya. (pin) |