|
 | | Kepala BP3TKI Banda Aceh, Mukhtar | Jakarta, BNP2TKI, (24/2) – Minimnya data penempatan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang dimiliki dinas kabupaten kota di seluruh Indonesia daerah merupakan kendala utama pembinaan sumber daya manusia (SDM) TKI. Untuk mengatasinya , kini dengan telah diluncurkannya program layanan online penempatan dan perlindungan TKI agenda ketenagakerjaan penempatan TKI ke luar negeri bisa menjadi referensi kebijakan daerah.Demikian kesimpulan dialog dengan beberapa kepala dinas dari Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Kepala Balai Pelayanan Penempatandan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Banda Aceh dan Kasi Kelembagaan dan Pemasyarakatan Program BP3TKI Jakarta usai mengikuti kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Sistem Online di Hotel Red Top, Jakarta, Jumat Pagi (24/2). Menurut Kepala BP3TKI Banda Aceh, Mukhtar, terobosan BNP2TKI dalam membuat system pendataan penempatan dan perlindungan TKI bisa menjadi referensi utama untuk peningkatan program penempatan TKI asal NAD. Mukhtar optimis ari 18 dinas kabupaten dan provinsi NAD yang ikut pelatihan ini akan berdampak pada peningkatan penempatan TKI formal asal Aceh. Maklum selama ini, banyak kepala dinas di 23 kabupaten/kota di NAD dan provinsi yang tidak memiliki database TKI yang bekerja ke luar negeri. Data penempatan berguna untuk melihat indikator tingkat usia, pendidikan, pilihan profesi sementara data kepulangan TKI berguna untuk menekan laju permasalahan di masa datang sekaligus sebagai agen Pelayanan Penempatan TKI SISKO-TKLN, Sistem Pendataan dan Kepulangan dan pembinaan TKI Purna. Selama dua hari, 126 peserta mendapatkan pelatihan berupa Sistem informasi Pasar Kerja Luar Negeri, Sistem gan TKI, dan Sistem Pelayanan Pengaduan Crisis Center. Dalam tayangan data Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Luar Negeri (Sisko-TKLN) penempatan TKI asal Aceh, dicontohkan di Kabupaten Bireun ternyata penempatan TKI sepanjang tahun 2011-2012 sebanyak 60 orang. “Jujur saja, kami selama ini tidak pernah didatangi Calon TKI yang mau mencari kerja ke luar negeri. Umumnya, TKI asal Bireun langsung mengurus dokumen keberangkatannya melalui Medan,” ujar Kadinsosnakertrans Biruen, Moh Akmal. Akmal menambahkan, dengan adanya layanan online ini, Calon TKI tidak perlu lagi pergi ke Medan atau Banda Aceh untuk melihat adanya peluang kerja di luar negeri. Layanan online ini makin mendekatkan informasi peluang kerja yang dibutuhkan para pencari kerja dari wilayahnya. "Kami berterimakasih kepada BNP2TKI karena dengan adanya layanan ini informasi peluang kerja menjadi mudah, murah dan tepat guna bagi warga kami," papar Akmal. Bagi Kasi Kelembagaan dan Pemasyarakatan Program BP3TKI Jakarta, Farid Maruf tindak lanjut dari pertemuan sosialisasi system online akan ada koordinasi dengan dinas provinsi dan sudin-sudin di enam wilayah Jakarta menjadi penting untuk segera dilakukan. “Tujuan koordinasi untuk mensosialisasikan layanan online ini kepada pemangku kepentingan lembaga penyedia TKI seperti SMK, akademi hingga perguruan tinggi dan pihak terkait penempatan dan perlindungan TKI DI Jakarta dan sekitarnya,” terang Farid seraya menambahkan menyambut baik adanya Sosialisasi dan Pelatihan Sistem Online BNP2TKI (zul/toha). |