|
Jakarta, BNP2TKI, Jumat (16/2) - BNP2TKI memulangkan 18 TKI yang bekerja di Suriah ke daerah asal masing-masing pada pada Kamis (16/2) karena kondisi yang tidak aman di negara itu.Ke-18 TKI bersama 17 pelajar dan dua balita ini dideportasi dari Suriah, mengingat situasi dan kondisinya tidak kondusif dan kurang memberikan jaminan rasa aman bagi TKI maupun WNI yang tinggal dan bekerja di negara itu. Mereka diterbangkan dari Suriah, Rabu (15/2) pukul 16.50 waktu setempat dengan menumpang pesawat EK 914 menuju Abu Dhabi. Lalu terbang menuju tanah air dengan menumpang pesawat EK 356 dan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (16/2) pukul 15.41 WIB. Prosesi serah terima 18 TKI dan 19 WNI dari Suriah itu dilakukan di Terminal 2 Bandara Soekarno - Hatta oleh Direktur Perlindungan WNI-BHI Kemenlu, Tatang Budie Utama Razak kepada Direktur Pemberdayaan BNP2TKI Baslian Krisna Yoza, disaksikan Deputi Perlindungan BNP2TKI Lisna Yoeliani Poeloengan, dan Kasubdit Perlindungan WNI Dalam Negeri Kemenlu Edy Wardoyo. Yosa mengatakan ke-18 TKI itu setelah dilakukan pendataan di Balai Pelayanan Kepulangan (BPK) TKI Selapajang, Tangerang, kemudian dipulangkan ke daerah asal masing-masing sedangkan kepulangan 17 pelajar dan dua balitanya dijemput oleh keluarganya masing-masing. Dari ke-18 TKI itu, kata Yoza, 7 orang dipulangkan ke daerah asal di Jawa Barat, 4 orang Nusa Tenggara Barat, 2 orang Banten, 2 orang Jawa Tengah, serta Ambon, Lampung, dan Sulawesi Tengah masing-masing seorang. Yoza menambahkan,sejak situasi dan kondisi negara Suriah kurang memberikan jaminan rasa aman bagi TKI/WNI, kali ini merupakan pemulangan yang kedua. Sebelumnya, pada 3 Februari lalu ada tujuh TKI Suriah yang telah dipulangkan ke daerah asal masing-masing. Menurut catatan KBRI di Damaskus, kata Yoza, saat ini masih ada 98 TKI yang ditampung di Penampungan (Shelter) KBRI Damaskus dan segera dipulangkan ke Indonesia.(Mam/b) |