Tuesday, 16 July 2019

Berita

Berita Utama

Tindak Lanjut Koordinasi BP3TKI Jakarta dan DISNAKERTRANS, Rencana Alokasi Anggaran Pelatihan Bahasa Bagi CPMI Asal Jakarta

-

00.07 5 July 2019 237

BP3TKI Jakarta mengadakan Rapat Koordinasi Peningkatan Kapasitas Bahasa Asing di Kantor BP3TKI Jakarta

Jakarta, BNP2TKI (03/07/2019) – Bahasa merupakan salah satu poin penting yang harus dimiliki Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) untuk bekerja ke luar negeri. Memaknai hal tersebut, BP3TKI Jakarta mengadakan Rapat Koordinasi Peningkatan Kapasitas Bahasa Asing di Kantor BP3TKI Jakarta, Jalan Penganten Ali No.71 Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (03/07).

Rapat ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi antara Kepala BP3TKI Jakarta dengan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi DKI Jakarta terkait wacana Pemprov DKI Jakarta yang akan mengalokasikan anggaran pelatihan bahasa bagi CPMI asal DKI Jakarta dalam APBD tahun 2020.

Dihadiri oleh perwakilan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi DKI Jakarta, perwakilan Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Utara dan Jakarta Timur, perwakilan dari pusat pelatihan PT Karya Semesta Sejahtera (KSS) serta para pengantar kerja.

Dalam kegiatan ini dijelaskan mengenai Undang-Undang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Pasal 40 poin a yaitu Pemerintah Daerah Provinsi memiliki tugas dan tanggungjawab menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan kerja oleh lembaga pendidikan dan lembaga pelatihan kerja oleh lembaga atau swasta yang terakreditasi. Untuk itu, diharapkan adanya pola sinergitas mengenai pelatihan bagi CPMI khususnya pelatihan Bahasa asing bagi tiga negara yakni Jepang, Korea, dan Taiwan.

“Seperti yang kita tahu, selama ini bahasa merupakan hal yang sangat penting bagi CPMI, untuk itu mari sama-sama sesuai dengan amanat dari Undang-Undang kita dapat memfasilitasi apa yang diperlukan oleh CPMI tentunya yang warga DKI Jakarta,” ujar Kepala BP3TKI Jakarta, Mucharom Ashadi.

Sebelumnya BP3TKI Jakarta telah menjadi pilot project penempatan lima orang CPMI ke Taiwan secara langsung melalui SP2T (Special Placement Program to Taiwan) yang bisa menghemat biaya penempatan. BP3TKI Jakarta kian termotivasi semangatnya untuk membuat ataupun memfasilitasi program peningkatan skill CPMI yang akan berangkat, terlebih pada kemampuan berbahasa asing. *** (Humas/BP3TKI Jakarta/pw/rs).