Saturday, 14 December 2019

Berita

Berita Utama

Terbujuk Rayu Calo Lewat Medsos, 2 CPMI Asal Manado Diselamatkan

-

00.11 26 November 2019 371

-

Manado, BNP2TKI, (26/11) – Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Manado bersama BP3TKI Tanjung Pinang memfasilitasi pemulangan 2 (dua) Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) bernama Indah Lestari Husain asal desa Tanawangko dan Lance Areros asal kota Tondano Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara ke daerah asalnya masing-masing.

Keduanya dipulangkan dari pulau Batam Kepulauan Riau dengan pesawat komersial serta tiba di Bandara Samratulangi Manado  Jumat, (22/11/2019) pukul 23.10 WITA dan langsung dijemput oleh tim dari BP3TKI Manado untuk diantarkan ke rumah masing-masing yang berada di Kabupaten Minahasa.

Berdasarkan informasi yang didapat dari kedua CPMI, mereka berangkat ke pulau Batam pada 14/11/2019 melalui Bandara Samratulangi Manado dengan maksud untuk bekerja sebagai penata laksana rumah tangga (PLRT) di negara tujuan Malaysia. keduanya mendapatkan informasi lowongan pekerjaan melalui perantara calo di Facebook dan diiming-imingi gaji besar serta proses yang mudah.

Kepala BP3TKI Manado Hard F Merentek menyebutkan setelah diselamatkan oleh pihak Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri), kedua CPMI kemudian langsung diserahterimakan kepada BP3TKI Tanjung Pinang melalui P4TKI Batam dan langsung diproses untuk dipulangkan ke daerah asal di Manado.

 “Kami sebagai pemerintah sangat prihatin atas kejadian yang telah terjadi kesekian kalinya pada warga Sulawesi Utara ini, untuk itu kami menghimbau kepada seluruh warga Sulut untuk berhati-hati dengan tawaran pekerjaan yang memakai iming-iming gaji besar dan proses mudah” kata Hard saat menjeput kedua CPMI di Bandara Sam Ratulangi Manado.

Hard juga mengungkapkan ucapan terima kasihnya kepada pihak Polda Sulut dan Polda Kepri serta pihak BP3TKI Tanjung Pinang yang telah membantu untuk menyelamatkan dan memulangkan kedua warga Sulawesi Utara ini ke daerah asalnya di Minahasa.

“Kami mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Polda Sulut, Polda Kepri dan BP3TKI Tanjung Pinang atas bantuannya untuk memulangkan kedua CPMI ini ke keluarga mereka masing-masing di Minahasa. Saya berharap koordinasi yang sangat baik ini akan terus terjalin karena penyelesaian permasalahan PMI akan selalu membutuhkan kerjasama yang baik dari semua pihak” imbuhnya. 

Hard juga menghimbau kepada warga Sulawesi Utara untuk berhati-hati dalam mencari pekerjaan khususnya pekerjaan di luar negeri. Saat ini zaman sudah semakin canggih dan para calo juga sudah mulai bergerilya menggunakan media sosial untuk mencari korban selanjutnya.

Jika ingin kerja di luar negeri melalui prosedur yang aman, masyarakat cukup mendatangi kantor Dinas Tenaga Kerja setempat atau kantor BP3TKI terdekat untuk mencari informasi sebanyak mungkin atau bisa juga dengan membuka website www.jobsinfo.bnp2tki.go.id untuk mencari informasi lowongan kerja ke luar negeri ataupun informasi mengenai pelaksana penempatan pekerja migran Indonesia (P3MI ) agar masyarakat dapat bekerja melalui jalur yang aman. Ungkapnya.*** (Humas/BP3TKI Manado).