Saturday, 28 March 2020

Berita

Berita Utama

BP3TKI Makassar Fasilitasi Pemulangan Jenazah PMI Mansyur dari Malaysia ke Kampung Halamannya di Bantaeng

-

00.01 30 January 2020 224

-

Makassar, BP2MI (30/01/2020) – Maksud hati mengais rejeki di negeri seberang apa daya pulang tinggal nama, begitulah nasib Mansyur, PMI asal Bonto Mate’ne, Desa Laoya, Kecamatan Gantareng Keke, Bantaeng.

Kedatangan jenazah Mansyur di kargo Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar difasilitasi oleh Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Makassar. PMI yang telah mengadu nasib ke Malaysia kurang lebih selama 1 tahun tersebut meninggal pada 21 Januari 2020 di rumah kebun Kampung Semawang, Jl. Jepak Bintulu Serawak.

Istri almarhum, Basmawati, mengungkapkan bahwa sebelumnya almarhum tidak memiliki riwayat penyakit berat. Almarhum hanya mengeluh sakit perut namun tidak mau dibawa ke Rumah Sakit. Akan tetapi karena kondisinya sudah tidak sadarkan diri maka Mansyur akhirnya dibawa ke Rumah Sakit. Bagaikan petir di siang bolong sesampainya di Rumah Sakit, Dokter menyatakan bahwa Mansyur telah meninggal.

Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan PMI BP3TKI Makassar, Purworini Indah Setyasih yang didampingi Fungsional Pengantar Kerja, Nila Rahmawati mengungkapkan rasa turut berdukacita kepada keluarga almarhum.

Ketika ditanyai mengenai prosedur yang ditempuh oleh almarhum saat dulu berangkat bekerja ke luar negeri, dijelaskan oleh istri almarhum bahwa saat itu belum paham bagaimana prosedurnya jika mau bekerja ke luar negeri. Mansyur dan Basmawati serta kedua anaknya yang turut serta ini, terbujuk rayu calo yang bernama Haji Jamal berangkat ke Malaysia tanpa dokumen resmi bermodalkan KTP saja, dan harus tersiksa melalui jalan-jalan tikus untuk sampai di Serawak.

Almarhum dan keluarga bekerja di salah satu perusahaan perkebunan di Serawak secara ilegal.  Pada kesempatan tersebut, Nila Rahmawati menyempatkan untuk memberi informasi pada pihak keluarga terkait syarat dan prosedur bekerja secara legal ke luar negeri dan pihak keluarga pun menyimak dengan seksama.

Pada kesempatan itu pula, Purworini, menyampaikan pesannya untuk tidak bekerja ke luar negeri secara ilegal dan berharap hal ini tidak dilakukan lagi di kemudian hari.***(BP3TKI Makassar/Nila)