Saturday, 14 December 2019

Berita

Berita Utama

BNP2TKI Edukasi Keuangan kepada PMI sebagai Langkah Awal Meraih Sukses

-

00.08 2 August 2019 402

Deputi Perlindungan BNP2TKI, Anjar Prihantoro, dalam kegiatan Edukasi Keuangan kepada PMI di Lampung Timur, Kamis (2/8).

Lampung Timur, BNP2TKI (2/8)_Deputi  Perlindungan BNP2TKI Anjar Prihantoro, menyampaikan bahwa Pekerja Migran Indonesia (PMI) harus memiliki perencanaan dan  manajemen keuangan yang baik dengan memanfaatkan hasil bekerja selama di luar negeri.

“Betapa pentingnya pahlawan devisa, oleh karenanya gunakan kesempatan bekerja di luar negeri dengan sebaik sebaik-baiknya,” ujar Deputi Perlindungan BNP2TKI kepada 100 calon PMI dalam pembukaan kegiatan Edukasi dan Monitoring Perluasan Implementasi Remitansi dengan dana diterima di rekening PMI di Kecamatan Pekalongan, Kabupaten Lampung Timur, Kamis (1/8).

Anjar mengatakan, para PMI harus memiliki mimpi di depan untuk meraih sukses. Mimpi ini harus dibangun dari awal dengan cara bisa mengelola keuangan dan tidak berhutang. PMI harus  bisa memilih investasi yang mudah, misalnya dengan memulai investasi melalui hobinya.   

“Dengan edukasi literasi keuangan ini, PMI bisa  belajar efektif. Kita kejar mimpi dengan bekerja di luar negeri dan setelah pulang langsung bisa memanfaatkan hasil kerja tersebut. PMI juga tidak boleh konsumtif, gunakanlah kesempatan ini dengan sebaik mungkin,” jelas Anjar.

Ia mengatakan, kegiatan Edukasi dan Monitoring Perluasan Implementasi Remitansi dengan dana diterima di rekening kepada PMI merupakan program yang  bagus, mengingat setiap tahunannya tercatat remitansi PMI sekitar Rp 100 Milyar.

“Saya ingin para CPMI bekerja yang bagus, sehingga sesudah pulang bisa sukses dan mengembangkan usaha. Uang yang diterima harus dikelola dengan tangan sendiri, sehingga menjadi PMI cukup sekali saja,” kata Anjar.

Asisten Direktur Kelompok Elektronifikasi Transaksi Ritel Bank Indonesia, Rommy S. Tamawiwy yang diamini oleh Relationship Manager PT. Bank Central Asia (BCA) Tbk, Dionisius Waskita menyatakan bahwa hal ini sejalan dengan program BI untuk mendorong remitansi PMI secara nontunai dengan dana berakhir di rekening bank. Melalui kerja sama ini, BCA berharap dapat memperluas akses keuangan bagi PMI dan keluarganya serta meningkatkan keuangan inklusif.

Dalam memfasilitasi layanan remitansi nontunai, BCA mengoptimalkan keunggulan produk perbankan Fire Cash dan bersinergi dengan Index Taiwan. Saat ini layanan tersebut dapat digunakan oleh PMI yang bekerja di banyak Negara termasuk Taiwan dan Hongkong.

Pengantar Kerja Ahli Pertama BP3TKI Lampung, Ulfa Mubarika mengulas kembali mengenai hak-hak PMI sesuai amanat Undang-Undang 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia. Berlakunya UU PPMI menjadi angin segar bagi PMI karena memiliki banyak kemajuan dalam beberapa aspek perlindungan.**(Humas/MH/Idel/Atp)