Saturday, 14 December 2019
banner-1

Upgrading Skill Bahasa Korea 2019 Kerjasama BNP2TKI dan Kemendikbud RI

banner-1

BNP2TKI Kembali Memberangkatkan 336 PMI ke Korea Selatan

banner-1

Pengumuman Perubahan Jadwal Pemenang Sayembara Logo BP2MI

banner-1

Biro Organisasi dan Kepegawaian Gelar Rapat Pencermatan Hasil Verifikasi Administrasi Seleksi CPNS Tahun 2019

banner-1

Peluang Kerja Taiwan Melalui Penempatan Direct Hiring Special Placement Program To Taiwan (SP2T)

Info Kerja Internasional

Aged or Disabled Carer (Caregiver)

PT. PADEMANGAN SEMESTA LESTARI

TAIWAN (150 available)

Salary : 17000 - 17000

Labourers nec

PT. Wahana Karya Suplaindo

TAIWAN (50 available)

Salary : 23100 - 23100

Labourers nec

PT. Wahana Karya Suplaindo

TAIWAN (150 available)

Salary : 23100 - 23100

Pengumuman Perubahan Jadwal Pemenang Sayembara Logo BP2MI                                Pengumuman Sayembara Logo BP2MI                                Pengumuman Upgrading Skill Bahasa Korea 2019 Kerjasama BNP2TKI dan Kemendikbud RI                                Pelaksanaan Seleksi CPNS BNP2TKI Tahun Anggaran 2019                                Pendaftaran Program CPMI ke Jepang Skema SSW                                PENGUMUMAN AKHIR JPT PRATAMA BNP2TKI 2019                                Pengumuman Hasil Tes Tertulis Bahasa Inggris dalam Rangka Seleksi Pengisian Jabatan Home Staff KDEI Taipei di Lingkungan BNP2TKI Tahun 2019                                Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Seleksi Terbuka Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan BNP2TKI tahun 2019                                Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Seleksi Pengisian Jabatan Home Staff KDEI Taipei di Lingkungan BNP2TKI tahun 2019                                Penerbangan Korea                                Pengumuman Perpanjangan Seleksi Home Staf KDEI Taipei                               

Berita Terbaru

Peningkatan Kompetensi SDM Melalui Program Upskill Bahasa Inggris Untuk Siswa Perhotelan

Pekanbaru,BNP2TKI,(13/12) - Dalam menjawab tantangan global dunia kerja terhadap kompetensi yang dimiliki oleh pelajar yang semakin hari semakin bersaing antar negara, maka Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Pekanbaru bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal PAUD dan DIKMAS dan Direktorat Pembinaan Kursus dan pelatihan sebagai salah satu lembaga Pemerintahan yang terkait dengan Pendidikan dan Pelatihan yang memiliki peran dalam meningkatkan kompetensi para pelajar.

Dengan latar belakang tersebut maka dilakukan kegiatan program pendidikan kecakapan kerja dan sosialisasi magang/kerja ke luar negeri dengan meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) melalui upgrading skill (upskill) bahasa inggris bagi siswa perhotelan. Sebanyak 50 orang yang terdiri dari sekolah-sekolah perhotelan di Kota Pekanbaru mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi yang dilaksanakan di Hotel furaya, Senin, (9/12/2019).

"Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengembangan pribadi meliputi kesadaran dan identitas diri, mengembangkan bakat dan potensi, membangun SDM dan memfasilitasi kinerja, meningkatkan kualitas hidup serta memberikan kontribusi dalam mewujudkan impian dan cita-cita. Ketika pengembangan diri melibatkan institusi, berarti merujuk kepada metode, program, sarana, tekhnik, dan sistem assessment yang mendukung pembangunan manusia pada tingkat individu dalam sebuah organisasi," kata Kepala BP3TKI Pekanbaru Mangampin Simamora, SH, MH saat memberikan sambutannya.

Mangampin menyampaikan bahwa pendidikan dan pelatihan memiliki peran strategis untuk meningkatkan kualitas SDM, peranan manusia dalam suatu perusahaan sangatlah penting. Seiring tuntutan perubahan zaman, kemajuan teknologi dan persaingan yang ketat, maka kompetensi SDM harus terus ditingkatkan melalui pendidikan dan pelatihan yang berbasis kompetensi. Hal ini memberikan dampak yang positif ketika SDM yang kompeten mampu membawa keberhasilan.

Lebih Mangampin juga mengatakan pengembangan keahlian SDM jika dilakukan terus, akan berdampak pada peningkatan kinerja perusahaan. Dengan demikian semakin tinggi frekuensi serta kualitas pendidikan dan pelatihan akan meningkatkan keahlian SDM tersebut.

“Pihak sekolah perhotelan sangat menyambut baik dengan diadakannya pelatihan kompetensi/ Upgrading Skill bagi siswa-siswa perhotelan sehingga nantinya setelah pelatihan ini akan mempunyai dampak yang positif bagi siswa tersebut, mereka berharap agar pelatihan peningkatan kompetensi ini terus berlanjut dan diagendakan dengan waktu/durasi yang agak panjang sehingga tujuan daripada kegiatan ini dapat tercapai”, ungkap Mangampin.*** (Humas/BP3TKI Pekanbaru/RN)

Update Data Paspor

Data Paspor Anda Berubah?

Cek E-KTKLN

Cek Status TKI

Program Prioritas Nasional

POS LAYANAN INFORMASI DAN PENGADUAN PMI KINI HADIR DI HUALIEN

Hualien, BNP2TKI (14/11) - - Minggu, 10 November 2019 bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, KDEI Taipei bersama BNP2TKI melakukan peresmian Pos Layanan Informasi dan Pengaduan PMI di Hualien. Pos layanan ini didirikan untuk memanfaatkan dan memperkaya fungsi dari ruang pertemuan di Masjid Al Falah. Dengan hadirnya pos layanan informasi dan pengaduan PMI diharapkan semakin banyak PMI yang datang ke Masjid untuk berkumpul bersama dalam rangka menjalin silahturahmi dan meningkatkan keimanan, ketaqwaan serta pemahaman terhadap peraturan ketenagakerjaan yang berlaku di Taiwan.

Sebelum acara Maulid Nabi Muhammad SAW dimulai, terlebih dahulu dilaksanakan kegiatan sosialisasi peraturan ketenagakerjaan. Pada saat menyampaikan sambutan, Hasan Abdullah (Kepala Biro Keuangan dan Umum) selaku ketua delegasi BNP2TKI menyampaikan bahwa sesuai amanat UU No. 18 tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia akan dibentuk Badan baru menggantikan BNP2TKI. Cakupan layanan Badan baru akan semakin luas, tidak saja pada PMI namun juga keluarga yang ditinggalkan di Indonesia. Pada akhir sambutannya, Hasan Abdullah menitipkan pesan “Manfaatkan waktu llibur untuk meningkatkan kemampuan melalui kegiatan-kegiatan positif yang ada di pos pelayanan informasi Masjid Al Falah Hualien”.

Sementara Farid Maruf menyampaikan himbauan kepada PMI agar tidak tergiur dan tertipu atas informasi mendapatkan bantuan atau menjadi pemenang undian dengan nominal yang besar melalui media sosial. Disampaikan pula bahwa KDEI Taipei maupun institusi pemerintah lainnya seperti BNP2TKI tidak pernah menawarkan dan memfasilitasi PMI untuk pindah job dari sektor informal ke sektor formal atau mencarikan majikan baru dengan meminta sejumlah uang karena layanan konsultasi dan pengaduan yang dilakukan KDEI Taipei tidak memungut biaya (Gratis).

Selanjutnya Farid Ma’ruf juga mengklarifikasi terkait informasi yang beredar di media sosial bahwa masa kerja PMI dapat mencapai 23 tahun tidak benar adanya karena sampai saat ini KDEI Taipei belum mendapat informasi resmi dari pemerintah Taiwan terkait perubahan masa kerja.

Sutris yang dilantik menjadi Satuan Tugas (Satgas) PMI di Hualien menyampaikan bahwa siap menjadi jembatan penghubung antara KDEI Taipei dengan PMI sehingga jarak bukan menjadi penghalang bagi PMI untuk mendapatkan informasi atau melakukan pengaduan kepada KDEI Taipei. “Silahkan datang ke Masjid Al Falah atau menghubungi saya secara langsung apabila ada rekan-rekan PMI yang ingin berkonsultasi atau melakukan pengaduan. Insha Allah saya siap membantu dan segera berkoordinasi dengan KDEI Taipei untuk meminta arahan dalam menindaklanjuti permasalahan rekan-rekan sekalian”.

Pos layanan informasi dan pengaduan PMI di Hualien merupakan pos ketiga melengkapi Pos layanan di sekretariat PCINU Taiwan di Taipei dan sekretariat FOSPI di Donggang** (Humas / KDEI Taiwan / MAY / FARID)

2 Tahun LTSA Sambas Tempatkan 2.090  PMI ke Luar Negeri

Sambas, BNP2TKI (27/11) Kepala BP3TKI Pontianak, AKBP Erwin Rachmat menyampaikan,  apresiasi bagi seluruh instansi yang terlibat di Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA)  Sambas sehingga bisa berjalan optimal.  

Sejak  didirikan 2 tahun lalu,  jumlah penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang ditempatkan melalui LTSA Sambas tahun 2018 sebanyak 1.212 orang dan periode Januari – Oktober 2019 sebanyak 878 orang.

“Jumlah PMI yang ditempatkan ini akan menghasilkan remitansi yang cukup besar dan bisa berdampak peningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga yang pada akhirnya dapat menumbuhkan pertumbuhan ekonomi di daerah asal PMI,” jelas Erwin saat  peringatan HUT LTSA P2TKLN Sambas yang ke -2 di Komplek LLK Disnakertrans Kab. Sambas,  Rabu  27/11/ 2019.

Dalam acara tersebut, juga dilakukan penganugerahan Desa Peduli  PMI kepada Desa Serunai, Desa Sempalai dan Desa Penjajap. Penganugerahan  Perbankan Peduli  PMI kepada Bank Kalbar Cabang Sambas dan P3MI Terbanyak Penempatan Pekerja Migran Indonesia kepada PT. Mafan Samudera Jaya dan PT. Arwana Citra Lestari piagam penghargaan diserahkan secara langsung oleh Bupati Sambas, Direktur P2P BNP2TKI, Konjend RI di Kuching dan Kepala BP3TKI Pontianak. 

Direktur Penyiapan Pembekalan dan Pemberangkatan BNP2TKI, Ahnas menyampaikan,  bahwa  sesuai amanat Undang Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia yaitu pemerintah daerah dapat membentuk  LTSA.  

“Kabupaten  Sambas telah menunjukkan komitmen yang tinggi dengan menghadirkan LTSA P2TKLN Sambas. Hadirnya LTSA di kabupaten Sambas ini memberikan manfaat yang sangat besar bagi pemerintah daerah dan masyarakat khususnya PMI dan keluarga. Masyarakat yang akan bekerja ke luar negeri cukup datang ke LTSA ini maka seluruh dokumen penempatan bisa dipenuhi,” jelasnya.

Ahnas  mengatkan,  bahwa Undang Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia juga telah membagi tugas dan peran masing-masing pihak dimulai dari pemerintah pusat, pemerintah propinsi, pemerintah daerah kab/kota hingga pemerintahan desa.

Menurutnya, Agar semua pihak dapat memainkan peran tersebut secara optimal. Saat ini skema penempatan baru sedang dikembangkan dan diujicoba berupa skema penempatan Specified Skilled Worker (SSW) ke Jepang, Special Placement Program to Taiwan (SP2T) dan Sistem Penempatan Satu Kanal (SPSK)ke Arab Saudi yang bisa menjadi alternatif lain penempatan PMI asal Sambas. Untuk itu, diharapkan inovasi dan kreatifitas baru dalam pelayanan PMI di LTSA Sambas ke depan.

Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili menyampaikan,  selamat dan sukses atas HUT LTSA Sambas yang kedua dan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat terhadap LTSA Sambas. Kehadiran LTSA Sambas untuk memberikan pelayanan yang mudah, murah, cepat dan aman bagi PMI asal Kab. Sambas dan mendorong agar semua pihak bersinergi memberikan pelayanan yang terbaik bagi PMI. Ia berpesan secara khusus kepada para kepala desa agar membantu melayani PMI dan mendata dengan baik.

Konjend RI di Kuching, Yonnie Tri Prayitno menyampaika,  LTSA Sambas dapat menjadi rujukan bagi pemerintah daerah lain di seluruh Indonesia melihat bagaimana semua instansi yang terlibat berkolaborasi dengan menghilangkan ego sektoral dalam memberikan pelayanan terhadap PMI di Kabupaten  Sambas.***(Humas/BP3TKI Pontianak)

 Upgrading Skill   CPMI  Bidang Perhotelan

Yogyakarta, BNP2TKI  (2/12) BNP2TKI bekerjasama degan KementeriaPendidikadan  Kebudayaan  RI  melaksanakan kegiatan upgrading skill bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) bidang perhotelan.

BNP2TKI yang diwakili Kepala BP3TKI Yogyakarta Suparjo, menyampaikan tentang tata  cara  berangkat ke luar negeri   secara  procedural, skema  penempatan tenaga kerja Indonesia termasuk penempatan Goverment to Goverment (G to  G)  yaitu  penempatan ke  Negara Jepang dan  Korea. Peserta  yang  telah  mengikuti  Upgrading   Skill di  LKP Duta Persada akan  berangkat ke  luar  negeri.  Mereka  harus memperoleh perlindungan sesuaketentuan,” jelas suparjo bebrapa waktu lalu.

Suparjo menambahkan,  jika  bisa  memberangkatkan satu  orang   ke  luar negeri  di kapal  pesiar itu sama artinya  dengan mencetak satu orang  kaya  baru.  Kepada calon PMI yang akan berangkat, agar  bekerja  keras untuk  mendapatkan hasil yang maksimal, dengan melakukan pengelolaan keuangan yang baik.

Menurut Suparjo, program  upgrading skill dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan  daya  saing dari peserta hingga  siap bersaing dengan job seeker dari negara lain.  Peserta diharapkan untuk fokus dalam mengikuti pelatihan ini karena kemampuan bahasa saat ini adalah persyaratan mutlak  untuk dapat berinteraksi secara global,” ujarnya.

Program ini telah dimulai dari tanggal 20 November 2019 dan dibuka secara resmi tanggal 2 Desember 2019 lalu. Kegiatan tersebut  dihadiri oleh Perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap.  Para peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 25 peserta, setelah mengikuti upgrading skill mereka    akan berkerja di Kapal Pesiar Costa Italia, Carnival, Holland America Line

Selain di Cilacap, 28  November 2019 lalu, juga dilaksanankan kegiatan  Upgrading  Skill dari  LKP Duta  Persada di D’Senopati Hotel  Yogyakarta. Kegiatan   upgrading   dkill yang merupakan hasil  dari  kerjasama  antara Kementerian  Pendidikan  dan  Kebudayaan  RI  dan  LKP Duta  Persada yang dikoordinasikan oleh Kedeputian KLNP BNP2TKI Jakarta

Kegiatan  ini  diikuti  oleh   50   orang   lulusan  Sekolah  Menengah Kejuruan  (SMK) yang  berasal dari  berbagai daerah, diantaranya Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta.***(Humas/BP3TKI Yogyakarta)

Asmuni PMI Purna Korea,   Sukses dengan  Rumah Makan Khas Lombok

Mataram, BNP2TKI (9/12) Roda kehidupan memang selalu berputar. Sepenggal kalimat itu mungkin cocok disematkan untuk Asmuni, pria  asal Lombok, Nusa Tenggara Barat.  Sebelum sukses ternyata Asmuni sempat merasakan pahitnya menjalani kehidupan. 

“Lulus pesantren tahun 2000 saya bekerja sebagai kuli bangunan di Bali selama dua tahun. Saya harus membantu ekonomi keluarga. Sehingga apapun pekerjaannya saya lakukan,” ujar Asmuni membuka obrolan kepada BNP2TKI beberapa waktu lalu di Lombok.

Disela-sela pekerajanya, Asmuni juga menjadi seorang marbot masjid d Bali.  Asmuni juga mencoba mengikuti pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) di Denpasar.   Ia  mengaku ingin bekerja  di Jepang.  “Tahun 2002 setelah bom Bali, kondisi menjadi tidak menentu. Kemudian saya pulang ke Lombok. Saya mencoba berjualan keripik singkong. Saya juga mencoba ikut mendaftar bekerja ke Jepang tapi tidak lulus,” tutur Asmuni yang juga mencoba dengan bekerja di bengkel Motor. 

Tahun 2004, Asmuni mencoba melamar bekerja ke Korea Selatan melalui BP2TKI Mataram dan ia pun lulus. “ Saya lulus sebagai non ex Korea. Tapi saya bingung tidak punya uang untuk modal berangkat kesana. Akhirnya orangtua saya mencari pinjaman untuk saya agar bisa berangkat ke Korea,” papar Asmuni. 

Awal 2005, Asmuni bekerja ke Korea Selatan  pada  sebuah perusahaan plastik/ alat rumah tangga. Ia pun sempat berpindah kerja ke perusahaan yaitu  operator mesin. “Saat itu gaji saya sebesar Rp 11 juta, uang itu cukup besar. Gaji saya kumpulin untuk bayar hutang orangtua karena saya waktu berangkat kerja ke Korea saya pinjem uang orangtua,” kenangnya. 

Selama tiga tahun bekerja di Korea,  hampir setiap hari Asmuni selalu mengambil jam kerja lembur karena saking semangatnya dalam bekerja. Namun, rasa semangat itu ternyata  kandas karena Asmuni mengalami sakit. “Kaki kanan saya sakit lumpuh, mungkin karena selama  bekerja saya terus berdiri. Akhirnya saya pun masuk rumah sakit dan harus istirahat total selama satu bulan lebih. Setelah kaki saya normal, saya pun kembali bekerja seperti biasa,” ujar pria dari 11 bersaudara ini.

Coba Merentis Usaha

Setelah kontrak kerja selesai  tahun 2008, Asmuni kemudian pulang ke Lombok. Berbekal dari uang bekerja dari Korea, Asmuni mencoba mulai merintis usaha. Pertama ia mencoba ingin membuka usah rumah makan.  Ia mengaku menggunakan modal dari uang selama bekerja di Korea.  “Usaha rumah makan saya kandas kerana orang yang saya percaya dan telah saya berikan modal ternyata tidak amanah. Akhirnya usaha tersebut tidak jalan,” terang pria berkulit putih ini. 

Asmuni pun kemudian membuka usaha kedua yaitu membuka counter handphone.  Namun, usaha tersebut tidak jalan sesuai dengan rencana yang diinginkan dan diharapkan. Tidak sampai disitu, Asmuni juga kembali mencoba usaha ketiga yaitu membuka cucian motor. “Di cucian motor ini saya juga sambil berjualan makanan seperti bakso dan minuman. Tapi  cucian motornya kurang begitu ramai,” jelas

Asmuni seraya juga menutup usaha cucian motornya dan memilih melanjutkan pendidikan pesantrennya ke Daarut Tauhid Bandung, Jawa Barat. Sepulang dari Bandung, tahun 2010, Asmuni kembali mencoba kembali membuka usaha dengan berjualan bakso dan membuka cucian motor. Ia mengatakan terdapat  peluang yang berbeda dari usaha baksonya yang menunjukan kebangkitan. “Akhirnya usaha bakso saya bangkit kembali, pelanggannya sudah lumayan. Dalam sehari saya dapat omset sekitar 300 ribu rupiah,” terang Asmuni.

Ditengah geliat kebangkitan usah bakso, sebuah musibah menimpa Asmuni. Toko bakso yang ia bangun dan rintis mengalami kebakaran hebat. Sehingga seluruh aset yang ia bangun habis terbakar dilalap si jago merah. Asmuni pun bersedih. 

Kembali Bangkit

Ditengah kesedihan itu, Asmuni   ternyata tidak tinggal diam, Ia pun kembali bangkit. Singkat cerita Asmuni mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek)  dari BP3TKI Mataram di Lombok. Berbekal dengan   pengalaman dan pengatahuan itu, ditahun 2014,  Asmuni kembali merintis usaha rumah makan kembali. 

Asam garam sudah dilalui Asmuni, dengan modal dan kemampuan yang ada ia mencoba membuka usaha rumah makan bernama Sukma Rasa yaitu  makanan khas Lombok. Pengalaman jatuh bangun dari usaha-usaha pertama nampaknya ia jadikan pengalaman dan pelajaran berharga.

“Alhamdulillah setelah sekian kali jatuh bangun dalam membangun usaha, saya telah menemukan harapan. Rumah makan Sukma Rasa ini sekarang telah berdiri dan berkembang. Sekarang pegawainya hampir 80 orang,” tuturnya.

Karena rumah makan Sukma Rasa pertamanya sukses, kemudian Asmuni kembali mencoba membuka cabang ditempat berikutnya yang tentunya masih berada di Lombok. Rumah makan kedua yang Asmuni dirikan juga menuai sukses. Ditengah kesuskesannya itu, Asmuni tidak lantas berhenti begitu saja.  Pria kelahrian 31 Desember 1981 ini terus membangun ekspansi usaha rumah makannya. Asmuni kemudian kembali membuka cabang usaha rumah makan Sukma  Rasa Khas Lombok yang ketiga dan itupun juga kembali menuai sukses.

“Sekarang ketiga rumah makan saya sudah berjalan, saya juga pekerjakan para pegawai dari mantan PMI Purna. Ada pegawai saya mantan PMI Hongkong, Taiwan, dan Malaysia. Saya sengaja ajak mereka berkerja bersama agar bisa berbagi pengalaman hidup,” tuturnya.*(MH)